Minggu, 03 April 2011

Pengangguran...

Jaman sekarang suuuuuuuusaaaaaaaahhhnyaaa mencari kerja. Maka dari itu kita harus pintar-pintar bersaing dengan para pencari kerja. dengan cara meningkatkan kualitas yang kita punya. 
Bayangkan berapa banyaknya
mahasiswa yang lulus
setiap tahunnya
Mengantri demi melamar pekerjaan.
Di kebanyakan negara berkembang masalah yang dihadapi ialah masalah pengangguran. Pengangguran ialah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Dalam perekonomian tertutup dan dalam jangka pendek pengangguran merupakan masalah ekonomi yang perlu dihadapi dan diatasi. Mengapa? Kebijakan pemerintah untuk mengatasi pengangguran didorong oleh tujuan yang bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial pillotik. Dari segi ekonomi tujuan mengatasi pengangguran ialah: (i) menyediakan kesempatan kerja, (ii) meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat dan (iii) memperbaiki distribusi pendapatan. Sedangkan tujuan sosial meliputi: meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga, menghindari masalah kriminal dan mewujudkan kestabilan politik.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agrerat. Dalam industri kenaikan produksi akan menambah penggunaan tenaga kerja.
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara menggolongkannya, yaitu:
        i.            Berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut
      ii.            Berdasarkan ciri pengangguran yang wujud.
Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
a.      Pengangguran Normal atau Friksional      :  para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi sedang mencari kerja lain yang lebih baik. Dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. Maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. Ini akan mendorong para pekerja meninggalkan pekerjaan yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya dan sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari kerja baru untuk sementara ini pekerja tersebutlah tergolong sebagai penganggur normal,
b.      Pengangguran Siklikal         :  perekonomian tidak selalu berpegang dengan teguh. Adakalanya permintaan agrerat lebih tinggi, dan ini mendorong pengusaha menaikan prodoksi. Lebih banyak pekerja baru yang dibutuhkan dan pengangguran berkurang. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agrerat menurun dengan banyaknya. Kemerosotan ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja bahkan menutup perusahaannya, sehingga pengangguran akan bertambah. Pengangguran yang ini dinamakan pengangguran siklikal.
c.       Pengangguran Struktural    :  tidak semua industri  dan perusahaan akan mengalami kemajuan. Melainkan sabagiannya akan mengalami kemunduran. Kemorosotan tersebut akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan akibatnya sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi menganggur. Pengangguran ini disebut pengangguran struktural. Dinamakan demikian disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.
d.      Pengangguran Teknologi     :  hal ini ditimbulkan akibat penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin atau pun teknologi lainnya. Misalnya saja tenaga kerja di pabrik-pabrik ataupun di bidang pertanian, adakalanya mesin-mesin atau robot-robot itulah yang menggantika kinerja manusia sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
a.      Pengangguran Terbuka       :  terjadi akibat jumlah lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari tenaga kerja. Sebab kegiatan ekonomi yang menurun, kemajuan tehnologi yang mengurangi jumlah tenaga kerja atau pun, sehingga mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu.
b.      Pengangguran Tersembunyi            :  ialah jimlah pekerja yang lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan  supaya ia dapat menjalankan kegiatan yang lebih efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan inilah digolongkan pengangguran tersembunyi.
c.       Pengangguran Bermusim     :  pengangguran ini terdapat disektor pertanian dan perikanan. Misalnya  pada musin hujan petani maupun nelayan tidak dapat melakukan pekerjaannya dan terpaksa menganggur.
d.      Setengah Menganggur          :  tidak lah mudah mendapatkan pekerjaan apalagi bila terjadi migrasi yang sangat pesat. Sebagian terpaksa menganggur sepenuh waktu. Ada pula yang tidak menganggur, namun tidak bekerja sepenuh waktu bahkan jam kerja mereka jauh lebih rendah dari yang normal.
 Refrensi : buku Sadono Sukirno edisi Ketiga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar