Kamis, 21 April 2011

Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dmaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan ini disebabkan oleh faktor-faktor antara lain :
1.            Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan
2.      Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melalui bermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah.
3.      Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya.

B.     MANFAAT MELAKUKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Setiap negara yang melakukan perdagangan dengan negara lain tetntu akan memperoleh manfaat bagi negara tersebut. Manfat tersebut antara lain :
1.             Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negri sendiri
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan IPTEK dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

2.             Memperoleh keuntungan dari spesialisasi

Sebab utama kegiatan perdagangan luar negri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negri.Sebagai contoh : Amerika Serikat dan Jepang mempunyai kemampuan untuk memproduksi kain. Akan tetapi, Jepang dapat memproduksi dengan lebih efesien dari Amerika Serikat. Dalam keadaan seperti ini, untuk mempertinggi keefisienan penggunaan faktor-faktor produksi, Amerika Serikat perlu mengurangi produksi kainnya dan mengimpor barang tersebut dari Jepang. Dengan mengadakan spesialisasi dan perdagangan, setiap negara dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut
a.             Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efesien.
b.            Setiap negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi dalam negri.
3.      Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negri.

4.      Transfer teknologi modern

Perdagangan luar negri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih moderen.

C.     SEBAB-SEBAB TERJADINYA PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Setiap negara dalam kehidupan di dunia ini pasti akan melakukan interaksi dengan negara-negara lain di sekitarnya. Biasanya bentuk kerjasama atau interaksi itu berbentuk perdagangan antar negara atau yang lebih dikenal dengan istilah perdagangan internasional. Beberapa aladan yang menyebabkan terjadinya perdagangan antar negara (perdagangan internasional) antara lain :
1.      Revolusi Informasi dan Transportasi
         Ditandai dengan berkembangnya era informasi teknologi, pemakaian sistem berbasis komputer serta kemajuan dalam bidang informasi, penggunaan satelit serta digitalisasi pemrosesan data, berkembangnya peralatan komunikasi serta masih banyak lagi.
2.      Interdependensi Kebutuhan
         Masing-masing negara memiliki keunggulan serta kelebihan di masing-masing aspek, bisa di tinjau dari sumber daya alam, manusia, serta teknologi. Kesemuanya itu akan berdampak pada ketergantungan antara negara yang satu dengan yang lainnya.
3.            Liberalisasi Ekonomi
Kebebasan dalam melakukan transaksi serta melakukan kerjasama memiliki implikasi bahwa masing-masing negara akan mencari peluang dengan berinteraksi melalui perdagangan antar negara.

4.            Asas Keunggulan Komparatif
         Keunikan suatu negara tercermin dari apa yang dimiliki oleh negara tersebut yang tidak dimiliki oleh negara lain. Hal ini akan membuat negara memiliki keunggulan yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan bagi negara tersebut.
5.            Kebutuhan Devisa
         Perdagangan internasional juga dipengaruhi oleh faktor kebutuhan akan devisa suatu negara. Dalam memenuhi segala kebutuhannya setiap negara harus memiliki cadangan devisa yang digunakan dalammelakukan pembangunan, salah satu sumber devisa adalah pemasukan dari perdagangan internasional.


D.          
KETENTUAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Membahas tentang perdagangan internasional tentunya tidak terlepas dari pembicaraan mengenai kegiatan ekspor impor. Dalam melakukan kegiatan ekspor impor tersebut perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku di bidang tersebut.

Bidang Ekspor

Ketentuan umum di bidang ekspor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan dengan proses pengiriman barang ke luar negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain :
1.           Ekspor
Perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku.
2.           Syarat-syarat Ekspor
A.    Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
B.  Mendapat izin usaha dari Dept. Teknis/Lembaga    Pemerintah Non-Dept
C. Memiliki izin ekspor berupa :
v APE (Angka Pengenal Ekspor) untuk Eksportir Umum berlaku lima tahun.
v APES (Angka Pengenal Ekspor Sementara) berlaku dua tahun
v APET (Angka Pengenal Ekspor Terbatas) untuk PMA/PMDN
3.           Eksportir
Pengusaha yang dapat melakukan ekspor, yang telah memiliki SIUP atau izin usaha dari Dept. Teknis/LembagaPemerintah Non-Dept berdasarkan ketentuan yang berlaku.
4.           Eksportir Terdaftar (ET)
Perusahaan yang telah mendapat pengakuan dari Menteri Perdagangan untuk mengekspor barang tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
5.           Barang Ekspor
Seluruh jenis barang yang terdaftar sebagai barang ekspor dan sesuai dengan ketentuan perpajakan dan kepabeanan yang berlaku. 




Bidang Impor

Ketentuan umum di bidang Impor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan dengan proses pengiriman barang ke dalam  negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain :
1.           Impor
Perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negri ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku.
2.           Syarat-syarat Impor
a.   Memiliki izin ekspor berupa :
v API (Angka Pengenal Impor) untuk      Importir           Umum berlaku selama             perusahaan menjalankan       usaha.
v APIS (Angka Pengenal Impor Sementara)        berlaku untuk jangka waktu 2 tahun dan tidak dapat diperpanjang.
v API(S) Produsen untuk perusahaan diluar PMAatau PMDN.
v APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas) untuk perusahaan  PMA/PMDN
         b.   Persyaratan untuk memperoleh APIS :
v  Memiliki SIUP perusahaan besar atau menengah
v  Keahlian dalam perdagangan impor
v  Referensi bank devisa
v  Bukti kewajiban pajak (NPWP)
c.   Persyaratan untuk memperoleh API :
v  Wajib memiliki APIS
v  Telah melaksanakan impor sekurang 4 kali dan telah mencapai nilai nominal US$ 100.000,00
v  Tidak pernah ingkar kontrak impor
3.           Importir
Pengusaha yang dapat melakukan kegiatan perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negri ke dalam wilayah pabean Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Kategori Importir meliputi : Importir Umum, Importir Umum +, Importir Terdaftar, Importir Produsen, Produsen Importir dan Agen Tunggal.
4.           Barang Impor
Seluruh jenis barang yang terdaftar sebagai barang impor dan sesuai dengan ketentuan perpajakan dan kepabeanan yang berlaku. 

E.     KEBIJAKSANAAN EKPOR IMPOR

Dalam menggiatkan kegiatan pergadangan internasional terutama ekspor impor pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan sebagai dasar pengaturan. Bentuk kebijaksanaan pemerintah tersebut diantaranya :
1.            Inpres No.4/1985 (April1985)
Tentang penyempurnaan dalam tata cara pelaksanaan ekspor impor terutama tentang pemeriksaan barang ekspor impor.

2.            PAKEM 1986
Tentang tata cara permohonan pengembalian bea masuk atau pembebasan bea masuk tambahan.
3.            PAKDES / 1987
Tentang kelonggaran yang di berikan berkaitan dengan ekspor impor.
4.            PAKNO / 1988
Tentang perubahan dalam tata cara dan kemudahan ekspor impor.

F.      JENIS-JENIS PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan internasiaonal atau antara negara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya :
1.            Ekspor
Dibagi dalam beberapa cara antara lain :
a.            Ekspor Biasa
Pengiriman barang keluar negri sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang ditujukan kepada pembeli di luar negri, mempergunakan L/C dengan ketentuan devisa.
b.            Ekspor Tanpa L/C
Barang dapat dikirim terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima L/C harus ada ijin khusus dari departemen perdagangan
2.            Barter
Pengiriman barang ke luar negri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negri.
Jenis barter antara lain : 
a.            Direct Barter      
Sistem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat penetu nilai atau lazim disebut dengan denominator of valuesuatu mata uang asing dan penyelesaiannya dilakukan melalui clearing pada neraca perdagangan antar kedua negara yang bersangkutan.
b.            Switch Barter
Sistem ini dapat diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterimanya dari pertukaran tersebut, maka negara pengimpor dapat mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya.
c.             Counter Purchase
Suatu sistem perdagangan timbal balik antar dua negara. Sebagai contoh suatu negara yang menjual barang kepada negara lain, mka negara yang bersangkutan juga harus membeli barang dari negara tersebut.
d.            Buy Back Barter
Suatu sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang , yang nantinya hasil produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.

3.            Konsinyasi (Consignment)
Pengiriman barang dimana belum ada pembeli yang  tertentu di LN. Penjualan barang di luar negri dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas ( Free Market) atau Bursa Dagang ( Commodites Exchange)   dengan  cara lelang. Cara pelaksanaan lelang pada umumnya sebagai berikut :
a.            Pemilik brang menunjuk salah satu broker yang ahli dalah salah satu komoditi.
b.            Broker memeriksa keadaan barang yang akan di lelang terutama mengenai jenis dan jumlah serta mutu dari barang tersebut.
c.             Broker meawarkan harga transaksi atas barang yang akan dijualnya, harga transaksi ini disampaikan kepada pemilik barang.
d.            Oleh panitia lelang akan ditentukan harga lelang yang telah disesuaikan dengan situasi pasar serta serta kondisi perkembangan dari barang yang akan dijual. Harga ini akan menjadi pedoman bagi broker untuk melakukan transaksi.
e.             Jika pelelangan telah dilakukan broker berhak menjual barang yang mendapat tawaran dari pembeli yang sana atau yang melebihi harga lelang.
f.             Barang-barang yang ditarik dari pelelangan masih dapat dijual di luar lelang secara bawah tangan
g.            Yang  diperkenankan ikut serta dalam pelalangan hanya anggita yang tergabung dalam salah satu commodities exchange untuk barang-barang tertentu.
h.            Broker mendapat komisi dari hasil pelelangan yang diberikan oleh pihak yang diwakilinya.
4.            Package Deal
Untuk memperluas pasaran hasil kita terutama dengan negara-negara sosialis, pemerintah adakalanya mengadakan perjanjian perdagangan ( rade agreement) dengan salah saru negara. Perjanjian itu menetapkan junlah tertentu dari barang yang akan di ekspor ke negara tersebut dan sebaliknya dari negara itu akan mengimpor sejumlah barang tertentu yang dihasilkan negara tersebut.
5.            Penyelundupan (Smuggling)
Setiap usaha yang bertujuan memindahkan kekayaan dari satu negara ke negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. Dibagi menjadi 2 bagian :
a.            Seluruhnya dilakuan secara ilegal
b.            Penyelundupan administratif/penyelundupan tak kentara/ manipulasi (Custom Fraud)
6.            Border Crossing
Bagi negara yang berbatasan yang dilakukan dengan persetujuan tertentu (Border Agreement), tujuannya pendudukan perbatasan yang saling berhubungan diberi kemudahan dan kebebasan dalam jumlah tertentu dan wajar. Border Crossing dapat terjadi melalui :
a.            Sea Border (lintas batas laut)
Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa lautan, perdagangan dilakukan dengan cara penyebrangan laut

b.            Overland Border (lintas batas darat)
Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa daratan, perdagangan dilakukan dengan cara setiap pendudik negara tersebut melakukan interaksi dengan  melewati batas daratan di masing-masing negara melalui persetujuan yang berlaku


Rabu, 13 April 2011

You're My Everything

Untuk kali ini saya ingin membuat tulisan tentang seseorang yang penting dalam hidup saya. Mungkin sebelumnya dengan judul “You’re My Everything” teman-teman mengira tulisan ini untuk seorang pacar atau some one in my heart J. Eittss saya hanya ingin menuangkan tulisan ini tentang cerita tersendiri dengan Ibu saya tercinta.
Walaupun sampai detik ini hari-hari saya ada saja pertengkaran yang terjadi antara aku dan ibuku. Yaaa tentu saja hal ini biasa terjadi akibat ulah ku yang suka malas bersih-bersih atau tidak menuruti apa kata ibu ku ini. Biasaa, seringnya menurut kita sang anak ibu tuh suka bawel banget. Tapi sebenarnya kita nya saja yang suka teledor J.
Namun tanpa aku sadari ibu lah yang paling khawatir kalau aku belum pulang, dan ibulah yang merawat ku saat aku sakit, serta ibu lah yang menyiapkan segala keperluanku setiap harinya. Bahkan kita bisa ada di dunia ini karena dengan sekuat tenaganya ibu melahirkan kita. Tapi mungkin saya masih labil dan terkadang mengabaikan nasehatnya  jadi suka di omelin dehh J.
Pokooknya indah banget jika hari-hari yang ku jalani penuh dengan rasa saling menyayangi antara aku dan ibuku. Setikdaknya sebelum kita berangkat kekampus ciumlah pipinya, itu sangaaatt nyaman sekali ketika aku mencium pipi ibuku ©.
Sampai saat ini aku pun belum bisa membalas jasa kedua orangtua ku, khususnya ibu ku. Tapi aku selalu ingin membuat ibu tersenyum dengan bangganya melihat aku kelak bahkan saat ini.
Ibu akan melakukan apa pun untuk menjaga anaknya. Ibu juga akan selalu ada ketika kalian sakit. Ibu akan merasa sangat sedih kalu anaknya menangis, ibu juga tidak ingin jika kalian repot karenanya bahkan ibu tidah mau menyusahkan anaknya sendiri selagi ia bisa malakukan apa pun untuk dirinya sendiri. Karena ibu merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. Dan karena hati ibu sangatlah halus dan suci kepada anaknya.
So I really love you mom, you’re my everything. I always beside you when you sick, when you sad. Give you’re smile for me because you really beauty of you’re smile and only you who can give me the truth love ©©...

Kamis, 07 April 2011

Membuat Web html di Notepad

<title> Uang </title>
</head>
<body>
<h3 align="center"> <A HREF="Profil.html">PROFILE</a>
<A HREF="AboutUs.html">ABOUT US</a>
<A HREF="Cari.html">SEARCH</a> </h3>
<br>
<h1 align="center">PROFILE</h1>
<br>
<h3 align="center"> <img src="Uang.JPG">
</h3>
</br>
<p><h4 align="center">Definisi Uang </h4>
Uang merupakan alat tukar-menukar yang memiliki nila sehingga memudahkan kita dalam kegiatan beli membeli . Uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk

melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. Maka uang selalu didefinisikan sebagai benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk

mengadakan tukar menukar/ perdagangan. </p>
</body>
</html>


Tampilannya

Minggu, 03 April 2011

Pengangguran...

Jaman sekarang suuuuuuuusaaaaaaaahhhnyaaa mencari kerja. Maka dari itu kita harus pintar-pintar bersaing dengan para pencari kerja. dengan cara meningkatkan kualitas yang kita punya. 
Bayangkan berapa banyaknya
mahasiswa yang lulus
setiap tahunnya
Mengantri demi melamar pekerjaan.
Di kebanyakan negara berkembang masalah yang dihadapi ialah masalah pengangguran. Pengangguran ialah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Dalam perekonomian tertutup dan dalam jangka pendek pengangguran merupakan masalah ekonomi yang perlu dihadapi dan diatasi. Mengapa? Kebijakan pemerintah untuk mengatasi pengangguran didorong oleh tujuan yang bersifat ekonomi dan tujuan yang bersifat sosial pillotik. Dari segi ekonomi tujuan mengatasi pengangguran ialah: (i) menyediakan kesempatan kerja, (ii) meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat dan (iii) memperbaiki distribusi pendapatan. Sedangkan tujuan sosial meliputi: meningkatkan kemakmuran keluarga dan kestabilan keluarga, menghindari masalah kriminal dan mewujudkan kestabilan politik.
Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agrerat. Dalam industri kenaikan produksi akan menambah penggunaan tenaga kerja.
Dalam membedakan jenis-jenis pengangguran, terdapat dua cara menggolongkannya, yaitu:
        i.            Berdasarkan kepada sumber/penyebab yang mewujudkan pengangguran tersebut
      ii.            Berdasarkan ciri pengangguran yang wujud.
Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
a.      Pengangguran Normal atau Friksional      :  para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi sedang mencari kerja lain yang lebih baik. Dalam perekonomian yang berkembang pesat pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja. Maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi. Ini akan mendorong para pekerja meninggalkan pekerjaan yang lama dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih tinggi gajinya dan sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari kerja baru untuk sementara ini pekerja tersebutlah tergolong sebagai penganggur normal,
b.      Pengangguran Siklikal         :  perekonomian tidak selalu berpegang dengan teguh. Adakalanya permintaan agrerat lebih tinggi, dan ini mendorong pengusaha menaikan prodoksi. Lebih banyak pekerja baru yang dibutuhkan dan pengangguran berkurang. Akan tetapi pada masa lainnya permintaan agrerat menurun dengan banyaknya. Kemerosotan ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurangi pekerja bahkan menutup perusahaannya, sehingga pengangguran akan bertambah. Pengangguran yang ini dinamakan pengangguran siklikal.
c.       Pengangguran Struktural    :  tidak semua industri  dan perusahaan akan mengalami kemajuan. Melainkan sabagiannya akan mengalami kemunduran. Kemorosotan tersebut akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan akibatnya sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi menganggur. Pengangguran ini disebut pengangguran struktural. Dinamakan demikian disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.
d.      Pengangguran Teknologi     :  hal ini ditimbulkan akibat penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin atau pun teknologi lainnya. Misalnya saja tenaga kerja di pabrik-pabrik ataupun di bidang pertanian, adakalanya mesin-mesin atau robot-robot itulah yang menggantika kinerja manusia sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja.
Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
a.      Pengangguran Terbuka       :  terjadi akibat jumlah lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari tenaga kerja. Sebab kegiatan ekonomi yang menurun, kemajuan tehnologi yang mengurangi jumlah tenaga kerja atau pun, sehingga mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu.
b.      Pengangguran Tersembunyi            :  ialah jimlah pekerja yang lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan  supaya ia dapat menjalankan kegiatan yang lebih efisien. Kelebihan tenaga kerja yang digunakan inilah digolongkan pengangguran tersembunyi.
c.       Pengangguran Bermusim     :  pengangguran ini terdapat disektor pertanian dan perikanan. Misalnya  pada musin hujan petani maupun nelayan tidak dapat melakukan pekerjaannya dan terpaksa menganggur.
d.      Setengah Menganggur          :  tidak lah mudah mendapatkan pekerjaan apalagi bila terjadi migrasi yang sangat pesat. Sebagian terpaksa menganggur sepenuh waktu. Ada pula yang tidak menganggur, namun tidak bekerja sepenuh waktu bahkan jam kerja mereka jauh lebih rendah dari yang normal.
 Refrensi : buku Sadono Sukirno edisi Ketiga

I N F L A S I

Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Ada kalanya tingkat inflasi rendah yaitu mencapai dibawah 2 atau 3 persen. Tingkat inflasi yang moderat mencapai 4-10 persen. Inflasi yang sangat serius dapat mencapai tingkat beberapa puluh atau beberapa rarus persen dalam setahun.
Mengapa inflasi bisa terjadi, berikut faktor-faktor inflasi:
  1.                   Tingkat pengeluaran agrerat yang melebihi kemempuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa   :  keinginan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan akan mendorong konsumen mendapatkan barang itu dengan harga yang lebih tinggi. Namun, pengusaha akan menahan barang tersebut dan hanya menjual kepada pembeli yang mau membayar dengan harga lebih mahal. Maka hal ini cenderung memyebabkan kenaikan harga.
  2.                   Pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah             :  apabila kenaikan upah dilakukan secara meluas, kan terjadi kenaikan biaya produksi dari berbagai barang dan jasa yang dihasilkan.
  3.                   Kenaikan harga-harga barang yang di impor
  4.                   Penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang
  5.                   Kekacauan politik dan ekonomi sebagai akibat pemerintahan yang kurang bertanggung jawab.

Kenikan harga-harga yang tinggi dan terus menerus bukan saja menimbulkan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi, tapi juga kepada kemakmuran individu dan masyarakat. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan/merugi. Mungkin biasanya pengusaha akan beralih untuk menginvestasikan uang nya dlam bentuk membeli tanah ataupun bangunan. Nah kalau pengusaha beralih menginvestasikan uangnya dalam bentuk seperti ini sebagai akibatnya lebih banyak pengangguran yang akan wujud.
 Kenaikan harga juga ,enyebabkan barang-barang di negara itu tidak dapat bersaingdi pasaran internasional. Maka ekspor akan menurun. Sebaliknya harga produksi dalam negri semakin mahal akibatnya inflasi menyebabkan barnag-barang impor menjadi lebih murah. Maka lebih banyak impor yang dilakukan. Ekspor yang menurun diikuti impor yang bertambah menyebabkan ketidak seimbangan dalam mata uang asing. Kedudukan neraca pembayaran pun memburuk.
Selain itu dampak buruk inflasi di masyarakat ialah:
1.       Inflasi akan menurunkan pendapatan rill ornag-orang yang berpendapatan tetap.Kenyataannya kenikan upah tidaklah secepat kenaikan harga-harga akibatnya inflasi akan menrunkan upah rill individu.
2.       Inflasi akan mengurangi kekayaan yang berbentuk uang.                              Sebagian kekayaan masyarakat disimpan dalam bntik uang di bank, simpanan tunai, dan institusi-institusi keuangan lain. Nilai rillnya akan menurun apabila inflasi berlaku
3.       Memperburuk pembagian kekayaan.     Inflasi menyebabkan pembagian pendapatan siantara golongan berpendapatan tetap dengan pemilik-pemilik harta tetap (tanah/bangunan) atau pedagang akan menjadi tidak merata.
Penyebab terjadinya inflasi yang pada awalnya diyakini oleh pihak Bank Indonesia dan Bappenas karena kenaikan harga minyak dunia dan `subprime mortgage` yang terjadi di Amerika Serikat, ternyata dihantam pula oleh kenaikan harga pangan. Gejolak perekonomian dunia yang berujung pada inflasi sesungguhnya mulai tampak saat pendapatan per kapita Amerika Serikat mulai turun. Namun sayangnya para ekonom di tanah air banyak yang tidak menyetujuinya tanda-tanda itu. Salah satu sumber mngatakan beberapa cara ubtuk mengatasi masalah inflasi tersebut. Diantaranya adalah :
1. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal.
Kebijakan moneter dapat dilakukan melalui instrument-instrumen berikut:
• Politik diskoto (Politik uang ketat): bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi.
• Politik pasar terbuka: bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank) berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi.
• Peningkatan cash ratio:Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur/masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar.
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubugan dengan finansial pemerintah. Kebijakan fiskal dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.
• Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak. Dan juga akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.
3. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan nom moneter adalah kebijakan yang tidak berhubungan dengan finansial pemerintah maupun jumla uang yang beredar, cara ini merupakan langkah alternatif untuk mengatasi inflasi. Kebijakan non moneter dapat dilakukan melalui instrument berikut:
• Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya. Cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.
• Menekan tingkat upah. Tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
• Pemerintah melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.
• Pemerintah melakukan distribusi secara langsung. Dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa ada pengawasan. Pengawasan yang tidak baik biasanya akan menimbulkan pasar gelap. Untuk menghindari pasar gelap maka distribusi barang harus dapat dilakukan dengan lancar, seperti yang dilakukan pemerintah melalui Bulog atau KUD.
• Penanggulangan inflasi yang sangat parah (hyper inflation) ditempuh dengan cara melakukan sneering (pemotongan nilai mata uang).Sanering berasal dari bahasa Belanda yang berarti penyehatan, pembersihan, reorganisasi. Kebijakan sanering antara lain:
·      Penurunan nilai uang
·      Pembekuan sebagian simpanan pada bank – bank dengan ketentuan bahwa simpanan yang dibekukan akan diganti menjadi simpanan jangka panjang oleh pemerintah.
Senering ini pernah dilakukan oleh pemerintah pada tahun 1960-an pada saat inflasi mencapai 650%. Pemerintah memotong nilai mata uang pecahan Rp. 1.000,00 menjadi Rp. 1,00.
• Kebijakan yang berkaitan dengan output. Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijakan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
• Kebijakan penentuan harga dan indexing. Ini dilakukan dengan penentuan ceiling price.
• Devaluasi adalah penurunan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang sendiri terhadap mata uang asing.
 referensi : wikipedia.com
                 Buku Sadono Sukirno edisi Ketiga

Jumat, 01 April 2011

Uang

Uang Kartal


Salah satu ciri penting dari suatu perekonomian modern adalah : dalam kegiatan ekonomi berlaku spesialisasi dan pertukaran. Pertukaran yang efisien disebabkan oleh penggunaan uang sebagai perantara dalam tukar menukar. Oleh sebab itu definini “uang” selalu dihubungkan dengan fungsi uang sebagai perantara dalam tukar menukar.
Sebenarnya apakah definisi serta fungsi uang tersebut, dan kaitannya dalam perekonomian ? Uang merupakan alat tukar-menukar yang memiliki nila sehingga memudahkan kita dalam kegiatan beli membeli J. Uang diciptakan dalam perekonomian dengan tujuan untuk melancarkan kegiatan tukar-menukar dan perdagangan. Maka uang selalu didefinisikan sebagai benda-benda yang disetujui oleh masyarakat sebagai alat perantara untuk mengadakan tukar menukar/ perdagangan.
Dalam ilmu ekonomi peranan/ fingsi uang dibedakan menjadi 4 jenis ialah :
1.                  Untuk melancarkan kegiatan tukar menukar
2.                  Untuk menjadi satuan nilai
3.                  Untuk ukuran bayaran yang ditunda
4.                  Sebagai alat penyimpan nilai
Penggunaan uang dalam perekonomian mendorong kepada perkembangan institusi keuangan dan sistem bank. Dalam perekonomian modern uang tidak lagi disimpan di rumah atau perusahaan-perusahaan. Sebagian besar akan disimpan dalam institusi keuangan atau di investasikan dengan cara membeli harta keuangan seperti saham atau bond. Sistem keuanghan suatu negara meliputi institusi keuangan dan pasaran keuangan. Institusi keuangan yang utama adalah: bank sentral, bank perdagangan, finance company, merchant bank, perusahaan asuransi dan bank tabungan. Sedangkan yang tergolong sebagai pasaran keuangan adalah: pasaran uang, pasaran modal, pasaran saham dan pasaran mata uang asing.
Institusi yang paling penting dalam suatu sistem keuangan adalah bank sentral dan bank perdagangan ( bank umun). Bank sentral  adalah bank yang didirikan oleh pemerintah dan diberi tanggung jawab untuk mengawasi kegiatan berbagai institusi  keuangan dan pasaran keuangan. Fungsi utama bank sentral adlah :  (i)  sebagai bank kepada pemerintah, (ii) sebagai bank kepada bank perdagangan, (iii) menyediakan uang logam dan uang kertas, (iv) mengatur kegiatan jual beli mata uang asing, (v) mengawasi kegiatan bank perdagangan dan institusi keuangan lain, dan (vi) menjalankan kebijakan moneter.
Uang Giral
Berupa Cek/ATM

Sedangkan, bank perdagangan merupakan institusi keuangan yang paling penting oleh karena ia bukan saja bertindak sebagai pengumpul tabungan masyarakat tetapi juga dapat menciptakan salah satukomponen dari penawaran uang, yaitu tabungan giral. Tabungan giral sebagai wujud dari (i) seseorang menyimpan uangnya di bank perdagangan dan (ii) bank perdagangan memberi pinjaman kepada pelanggan.
Keseluruhan jumlah uang yang ada dalam perekonomian dinamakan penawaran uang . secara sempit penawaran uang dinamakan M1 dan secra luar dinamakan M2. M1 terdiri dari uang dalam edaran (uang kertas dan logam) dan tabungan giral. Sedangkan M2 meliputi M1+deposito berjangka dan tabungan dalam bank perdagangan. Tabungan dan deposito berjangka dinamakan juga sebagai uang kuasai atau kekayaan mudah tunai.